Daging dan Serigala

Bermula dari keegoisan, yang tak tau kemana akibat itu akan tertuju

Terjebak bersama serigala liar yang baik hati, tapi lapar

Terpuruk di lubang cinta semu yang dalam, sukar untuk keluar

Tenggelam di ombak yang tak menetu arah, tak ada sekoci datang menolong

Tesesat di hutan belantara, gelap gulita

Mata buta, mata hati pun tak tau apa – apa, hanya menurut saja

si serigala terus melonglong, kelaparan

Memohon izin menguis daging ini sebagian

Dan hati ini iba ingin memberi

Sedangkan, sebagian atau seutuhnya sama saja mati

Kini, seonggok daging ini diam, ingin menolak

Tapi, serigala terus melonglong mohon izin, kelaparan

Hingga masa itu tiba, entah siapa yang akan mati.

cb: merry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: